Setrika berkembang dari zaman ke zaman mulai dari setrika arang, setrika listrik, setrika uap, mungkin kedepan akan berkembang model setrika yang lebih maju. atau mungkin kita nggak perlu setrika. Setrika listrik memiliki kemampuan untuk mengatur panas.
Salah satu komponen dalam setrika adalah Pengatur Panas. Begini cara kerjanya. Setrika dengan pengatur panas otomatis memakai komponen tambahan berupa thermostat yang bermaterikan bahan bimetal, yaitu satu lempengan yang disatukan dari lempeng dua logam yang berlainan koefisien muai panjangnya.
Jika lempengan ini dikenai panas, maka salah satu jenis logamnya akan memuai terlebih dahulu, sehingga lempengan gabungan tadi membengkok, yang arah bengkoknya dimanfaatkan untuk menghubungkan kontak. Jadi saat panas berlebihan, kontak akan memutus dan elemen pemanas tidak dialiri arus listrik lagi, namun saat panasnya mulai rendah lagi kontak akan terhubung kembali dan arus listrik mengalir lagi melalui elemen pemanas. Sehingga, kondisi panas dapat dipertahankan sesuai dengan suhu yang diinginkan.
Dari setrika kita bisa mengambil filosofinya, ada pelajaran tersembunyi yang bisa di pelajari dari setrika. Manusia memang makhluk yang luar biasa karena memiliki emosi berupa marah, cinta, benci, kasih, haru, dan banyak perasaan lain. emosi yang paling seram adalah emosi ketika marah (ketika otak dan hati terlalu panas). Pengendalian emosi itu penting. Kita seharusnya punya termostat alami dalam diri kita agar kita bisa meredamkan emosi yang sudah meluap-luap. Kita seharusnya bisa mendinginkan kepala yang panas. seperti setrikamu yang warnanya lampu indikatornya mati kalo panasnya udah melebihi kapasitas. Demikianlah kita seharusnya. Mampu menempatkan diri. Itu kuncinya. Tau kapasitas, tau tempat, kita yang akan berhenti makan ketika kenyang, memakai jaket ketika kedinginan, berlari saat yang lain berlari, berhenti saat yang lain berhenti. That's setrika!
Salah satu komponen dalam setrika adalah Pengatur Panas. Begini cara kerjanya. Setrika dengan pengatur panas otomatis memakai komponen tambahan berupa thermostat yang bermaterikan bahan bimetal, yaitu satu lempengan yang disatukan dari lempeng dua logam yang berlainan koefisien muai panjangnya.
Jika lempengan ini dikenai panas, maka salah satu jenis logamnya akan memuai terlebih dahulu, sehingga lempengan gabungan tadi membengkok, yang arah bengkoknya dimanfaatkan untuk menghubungkan kontak. Jadi saat panas berlebihan, kontak akan memutus dan elemen pemanas tidak dialiri arus listrik lagi, namun saat panasnya mulai rendah lagi kontak akan terhubung kembali dan arus listrik mengalir lagi melalui elemen pemanas. Sehingga, kondisi panas dapat dipertahankan sesuai dengan suhu yang diinginkan.
Dari setrika kita bisa mengambil filosofinya, ada pelajaran tersembunyi yang bisa di pelajari dari setrika. Manusia memang makhluk yang luar biasa karena memiliki emosi berupa marah, cinta, benci, kasih, haru, dan banyak perasaan lain. emosi yang paling seram adalah emosi ketika marah (ketika otak dan hati terlalu panas). Pengendalian emosi itu penting. Kita seharusnya punya termostat alami dalam diri kita agar kita bisa meredamkan emosi yang sudah meluap-luap. Kita seharusnya bisa mendinginkan kepala yang panas. seperti setrikamu yang warnanya lampu indikatornya mati kalo panasnya udah melebihi kapasitas. Demikianlah kita seharusnya. Mampu menempatkan diri. Itu kuncinya. Tau kapasitas, tau tempat, kita yang akan berhenti makan ketika kenyang, memakai jaket ketika kedinginan, berlari saat yang lain berlari, berhenti saat yang lain berhenti. That's setrika!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar