Jumat, 29 Januari 2016

Perihal Menunggu II



Bila memang kita sedang menunggu ia yang katanya terbaik untukmu, biarlah kita menunggu dengan sebaik-baiknya menunggu. Dengan mencari sebanyak-banyak ilmu tentang hakikat menunggu, memahami sebanyak-banyaknya nasihat tentang yang baik bagi yang baik. Melapangkan dada selapang-lapangnya tentang siapapun yang didatangkan Tuhan pada kita.
Bila memang kita sedang menunggu dia yang katanya akan menyayangimu sepanjang hidupnya. Mari kita mencari-cari perhatian Tuhan, bukan mencari perhatian dari selain Tuhan. Biar Tuhan tau bahwa kita sedang menjadi yang baik, biar Tuhan amat yakin bahwa kita sedang berjuang untuk hamba-Nya yang baik.
Bila memang kita sedang menunggu ia yang akan setia memayungi kita kala hujan dan terik datang. Biarlah kita selalu terjaga, terjaga untuk selalu berdoa pada Tuhan agar kita segera diselamatkan Tuhan dari jatuh yang terlalu pada orang yang salah, diselamatkan Tuhan dari percaya yang terlalu pada kata-kata yang tak pernah ditepati, diselamatkan Tuhan dari patah yang sampai membuat kita lupa pada Tuhan.
Bila memang kita sedang menunggu yang baik, biarlah kita menjadi baik bukan untuk siapa-siapa. Tapi untuk Tuhan, agar Tuhan tersenyum bahagia saat mendatangkan yang baik pada kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar