Kamis, 14 Januari 2016

BILA


Bila suatu masa, datang jawaban dari doaku yang kupinta pada Tuhan setiap malam. Entah bagaimana hati ini bisa berlapang dada bila bukan dari Tuhan, suatu masa yang aku enggan bayangkan hari ini, terlalu takut bahkan untuk sekedar menebak-nebak, katanya suatu masa itu hanya butuh doa dan kesabaran.

Tuhan, yang paling tau si(apa) yang aku pinta pada doaku. Namun bukankah Tuhan pula yang paling tau apa yang paling baik untuk aku. Lalu, apa yang bisa aku lakukan lagi selain berdoa dan berharap pada Tuhan tentang doa yang terkabul.

Bila suatu masa itu adalah kau, sungguh semesta telah mendengar apa yang menjadi ingin kita lalu Tuhan telah merestuinya. Mungkin senyumku akan terus mengembang selama bersama kau, bagaimana tidak? bahagia adalah ketika Tuhan merestui si(apa) yang kita pinta bukan?

Bila pada suatu masa itu, nyatanya bukan kau yang datang padaku. Ketahuilah bahwa aku pernah mendoakan kebahagiaan untukmu, ketahuilah aku pernah memintakan yang terbaik untuk engkau, ketahuilah aku pernah menceritakan kau pada Tuhan.

Bila suatu masa itu nyatanya bukan kau yang datang mengetuk pintu rumahku. Sudah kuminta pada Tuhan untuk memberikan segala hal yang paling baik, mendekatkannya pada masing-masing kita. Tak harus bersedih karena bukan kau, karena doaku yang lainnya telah Tuhan kabulkan.

Bila suatu masa itu nyatanya bukan kau, tetap saja doaku terkabul tanpa kata tapi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar