Rabu, 13 Maret 2013

Aku bukan

Bukan
Aku bukan kertas
yang bisa kau robek sepuasnya
bisa kau tulis perasaanmu
lalu kau buang langsung tanpa kau pikir
perasaanku saat itu

Aku bukan barang pecah belah
bisa kau pecahkan dan kau hancurkan
hanya dengan bilang tak sengaja
semuanya percaya bila itu bukan kelakuanmu
bunyi nya nyaring menyakiti telinga
seperti suara hatiku yang sakitnya ini

Aku bukan batu
bisa kau tendang bisa kau buang
sekeras apapun aku
aku akan rapuh terbawa angin
terlalu sakit luka ini
hatiku yang semula kuat tak tahan lagi

Aku bukan tanah
bisa kau injak sepuasnya

Aku bukan mainan
bisa kau mainkan seenaknya
tanpa ada rasa kasih sayang mendalam
tanpa kau rasakan apa yang kurasakan
ku tak peduli apa maumu
tak bisa ku bergerak dan bertindak
seperti benda mati

Kau bisa katakan apa yang kau mau
kau bisa lakukan apa yang kau ingin
kau bisa mendapatkan apa yang kau butuh
tetapi bukan begini caranya

kau bandingkan diriku dengannya
dari kekuranganku dengan kelebihannya
jujurlah kau suka padanya
katakan dari awal dan pergilah menjauh

tak kubutuhkan lagi dirimu
sudah menyakiti diriku
tangis sendu tak berguna
hanya ditertawakan olehmu

Pelarian Cinta


Perkenalan itu ada
Ketika seorang sahabat mempertemukan kita
Kau yakinkanku dengan sejuta kelemahanku
Kau luluhkanku dengan kemunafikkanmu

Setelah kau terluka karena cinta yang lalu
Setelah cintamu dihianati olehnya
Kau memilihku tuk berada didekapmu
Meski lukamu masih berbekas dihati
Dan menimbulkan trauma mendalam dibenakmu

Sempat terlintas dianganku bahwa kaulah yang terbaik
Kau mampu menerima kekurangan pasanganmu
Dan mampu menuntun kelangkah yang benar
Tapi itu semua hanyalah kepalsuan
Cintamu tak berarti dan tak dihati

Inilah yang kau mau
Mencari pelarian dengan mengorbankan
Hati yang tak pernah bersalah
Demi mencari pelarian tuk cinta yang sesaat

Emosi Alam


Butiran-butiran itu turun dengan indahnya..
Lembut mengingatkan warga bumi akan pentingnya alam..
Hujan..
Ya, hujan..
Ia turun untuk kembali mengingatkan kita..
Adu lapisan2 tertentu yg sedih terkena pantulan hawa marah mu menantang..
Ia turun dengan santun, berwujud cair, salju, dan bahkan bongkahan es sampai ke bumi ini mengingatkan kembali pentingnya bersahabat dengan alam..

Cair, memberi keindahan dan manfaat besar bagi warga bumi,..
Indahnya kau tunjukkan dgn simbol pelangi..
Salju, kelembutan terlihat darimu dgn putih sebagai simbolmu..
Bongkahan es??, bernada agak kasar ku dengar kau datang..
Keras kau sentuh aku..
Apa ini peringatan mu Tuhan agar lebih berhati-hati menjaga alam ?
Atau ada kerusakan pada alat-alat pendukung mu karna ulah kami ?
Ya Rabb,,,
Ampuni Kami Telah Menyakitinya.