Pagi adalah setangkup halimun
Yang bercerita tentang sejuk
Menyibak gundah gulana
Ditirai kalbu yang kerontang
Pagi adalah sepenggal waktu
Yang bertutur tentang harapan
Bagi sang kelana
Untuk mengarungi sepenggal perjalanan
Pagi adalah seriuh angin
Yang menerpa kicau burung
Di mana embun menyematkan
Senandung bayu di ujung asa dan rasa
Pagi adalah kemilau mentari di ufuk timur
Yang menyeruak di antara cita dan cinta
Membisikkan aksara rayuan
Membelah gulana jiwa
Pagi adalah pendar sempurna
Cahaya terang langit
Yang menyenandungkan
Tembang harapan asmara
Bagi insan dimabuk kasmaran
Pagi adalah rindu yang mengapit
Dua jiwa dalam satu bingkai kasih
Meretas bayang fatamorgana
Dibalik dimensi sekat ruang dan waktu
Pagi adalah aksara yang berkilau
Di hamparan cakrawala puisi nan terang
Menyejukkan sekuntum gundah
Yang sempat melanda dalam dada
Pagi adalah tarian jiwa
Di permadani kosa kata
Mengekspresikan segala bentuk rasa dan asa
Diatas panggung cerita dunia
Pagi adalah sesungging senyuman
Yang mengerling di penghujung batas penantian
Meretas kebekuan yang membekam
Diantara sudut-sudut kelam
Diantara sudut-sudut kelam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar