Jumat, 08 Januari 2016

MELANGKAH


Pelan-pelan, dengan hati-hati aku melangkah. Membersihkan kepingan yg pecah. Membenahi kaca yg rusak. Aku berhak untuk berbenah dengan riang, juga boleh untuk menangis bila terkena serpihannya. Menyapu kaca yg berderai dengan banyak pecahan kecil itu berbahaya, tapi kalau serpihannya terus dibiarkan ada di lantai, lantas bagaimana aku dapat melangkah di kamar ku sendiri? Bagaimana bisa ku letakkan sajadah di sana? Bagaimana pula aku bisa nyaman dengan keadaan yg membuat ku hanya bisa mematung terduduk di atas kasur dan sekedar mengamati semua kekacauan? Tidak mungkin bukan. Aku harus bersikap. Berani dengan taktik dan kecerdasan akal. Berjalan di lantai, meski tau bisa saja aku terluka. Dan iya aku memang terluka saat aku memulai sapuan pertamaku.

Rasanya perih dan membuat darah ku mengalir cukup banyak. Kecil padahal, tapi serpihan itu tidak sekedar menggores tapi menusuk kulitku, ia ada di dalam kulitku. Sakit dan pilu. Kenapa aku harus sendirian? Tidak adakah teman yg akan menolong ku membersihkan ini? Tapi ini kamar ku, tempat private ku, lantas memang siapa yg berani masuk ataupun berniat? Kalau mereka bukan orang terdekat maka mereka adalah hero ku. Tapi sekalipun sendiri, aku tahu sebenarnya Rabb tidak pernah meninggalkanku. Jadi hakikatnya, aku tidak sendiri.

Pecahan kaca ini membuatku berhenti sejenak. Aku sedang berusaha mengeluarkan kaca bening di kaki yg telah menyebabkan banyak darah bercucuran. Perih, sakit, dan air mata ku menggenang. Ini baru langkah pertama ku, tapi sudah terluka begini. Tapi aku tau, langkah ini tidak boleh berhenti, karena aku menginginkan keleluasaan di kamar ku sendiri. Aku tidak ingin duduk diam dan menjadi pasif lalu biasa saja. Aku ingin bergerak di kamar ku, menebar kreatifitasku sendiri, sehingga aku bisa tersenyum puas pada apa yg sudah ku lakukan. Ini hanya pecahan kaca yg kecil. Kalau begini aku menyerah pada ini, maka kamar ini tidak akan pernah bersih dan aku tidak akan pernah bahagia.

Sakit demi bahagia, kenapa tidak? Bukankah tidak ada usaha yg sia-sia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar