Kamis, 18 Oktober 2012
Salahkah aku
Jangan pernah diam jika ku salah....
tunjukkan pada dunia jika kau masih menyayangiku....
ku disini mulai gelisah dengan hatimu..
salahkah ku dalam penantian yang tak diharapkan...
maafkanku jika membuatmu terluka....
berilah senyuman manismu pada dunia...
tapi jika kau tak menginginkan maafmu untukku...
anggap ku hanya sampah di matamu...
ku tak pernah menuntut dengan apa yang kau lakukan....
ku hanya diam karena ku takut kehilanganmu...
biarlah kau bebas dengan apa yang kau punya...
karena ku tau kau akan setia menantiku....
salahkahku saat bintang mulai redup ku mengkhawatirkanmu....
kubiarkan ku menjadi penganggu saat kau bahagia dengan mereka....
tapi kini mungkin ku hanya menjadi beban hidupmu....
ku ikhlas dengan semua mimpimu...
kejarlah apa yang kau mau....
jika ku bukan yang kau inginkan...
tersenyumlah bersama bintang disurga....
kau yang tau apa yang kau mau...
dari setip kisah lembaran hatimu....
terima kasih untuk semua yang kau beri untukku....
kau yang telah merubah hidupku...
dari keterpurukan cinta lalu....
Rabu, 17 Oktober 2012
Begitu indah saaT Kita Mencitai,,
Dan begitu pahit saat kita kehilangan..
Kucoba untuk melupakan kenangan cinta itu..
Hari demi hari dan tak terasa waktu berlalu..
Aku dapat melupakan dan menghilangkan bayangan dirinya..
Namun yang tak dapat kulupakan,,
Hanya penyesalan didalam hidupku..
Karena aku telah mengacuhkan cintanya pada didiku..
Semua terasa saat dia tak ada lagi disampingku..
Sungguh aku tak mau penyesalan itu datang lagi..
Saat aku telah menemukan cinta yang baru . .
Dan begitu pahit saat kita kehilangan..
Kucoba untuk melupakan kenangan cinta itu..
Hari demi hari dan tak terasa waktu berlalu..
Aku dapat melupakan dan menghilangkan bayangan dirinya..
Namun yang tak dapat kulupakan,,
Hanya penyesalan didalam hidupku..
Karena aku telah mengacuhkan cintanya pada didiku..
Semua terasa saat dia tak ada lagi disampingku..
Sungguh aku tak mau penyesalan itu datang lagi..
Saat aku telah menemukan cinta yang baru . .
Aku ingin bebas
biarlah aku yang memilih jalan hidupku sendiri
biar aku yang tentuka arah langkahku
biar aku kejar apa yang seharusnya aku dapatkan
biar aku raih semua yang aku inginkan
tak usah ada yang mengatur kemana aku harus melangkah
tak perlu ada yang menentukan kemana aku pergi
biar saja aku hidup dengan caraku sendiri
biar saja aku jalani hidupku seiring berjalannya waktu
aku hanya ingin bebas seperti burung terbang
meski aku bisa saja terjatuh dari tingginya anganku
dan terhempas dari terjalnya cita-citaku
tapi biarlah aku bebas, lepas, dan terbang setinggi anganku
jangan buat aku seperti burung dalam sangkar
yang tak tau apa yang harus aku lakukan dan kemana aku pergi
meski tersedia tempat yang bagus dengan makanan yang lezat
tapi aku terpenjara sunyi dan terbelenggu sepi
aku tak bisa melakukan apa yang harus aku lakukan
aku tak bisa melangkah kemana seharusnya aku pergi
sekali lagi aku hanya ingin bebas tentukan arahku
dan ku kejar cita-citaku seperti asa di angan ku
tak peduli orang berfikir dan berkata apa
tak peduli fesimisme orang dengan apa yang aku lakukan
selama aku bisa mengexpresikan hidupku
aku kan terus menjalani hidup dengan caraku
Minggu, 14 Oktober 2012
Mencekam
Aku terbangun
Sebab kau tiba-tiba lari menjauh
Menguburkan segala cerita yang belum matang
Mengacaukan jalin peristiwa
Aku terbangun
Karena malam menghadirkan ceracau
Mimpi tak pasti
Tentang kisah-kisah muram
Membendung rindu
Percakapan-percakapan tak mewujud
Jumpa dihalau setiap ingin
Segeralah merapat
Mengucapkan kata-kata penuh tanya
Aku terbangun
Karena pagi mengundang tubuhmu
Dalam ingatan panjang tanpa nama
Sebab kau tiba-tiba lari menjauh
Menguburkan segala cerita yang belum matang
Mengacaukan jalin peristiwa
Aku terbangun
Karena malam menghadirkan ceracau
Mimpi tak pasti
Tentang kisah-kisah muram
Membendung rindu
Percakapan-percakapan tak mewujud
Jumpa dihalau setiap ingin
Segeralah merapat
Mengucapkan kata-kata penuh tanya
Aku terbangun
Karena pagi mengundang tubuhmu
Dalam ingatan panjang tanpa nama
Hitam Putih
Legam...
Mengapa engkau harus mengajak hitam
Mengapa tak kau pilih warna lain
Agar semua bisa sepaham dengan hitam
Engkau juga Bersih...
Mengapa engkau terus merangkul putih
Mengapa juga kau tak memilih warna lain
Agar semua juga bisa sepaham
Bahwa engkau menyimpan kusam
Lihat...
Coba kau lihat si kambing hitam
Bukankah dia putih
Atau si awan hitam
Bukankah sesungguhnya dia jernih
Putih...
Bukalah matamu
Tunjukkan bukti sucimu...
Langganan:
Komentar (Atom)
