Rabu, 21 Mei 2014

Kita Adalah Berlian Yang Berkilau



Perkenalkan, aku adalah batu intan biasa. Aku tidak ada bedanya dengan batu-batu lainnya. Aku hanyalah sebongkah batu yang tidak ada gunanya. Aku melihat diriku sebagai sesuatu yang tidak cantik. Mungkin sudah nasibku untuk menjadi seperti ini. Yang lebih menyedihkan lagi adalah aku harus menjalani penderitaan yang begitu berat dalam hidup ini. Mengingat itu semua, aku merasa sangat sedih. Tapi, aku tidak dapat berbuat apa-apa, aku hanya bisa pasrah.
Penderitaanku dimulai ketika aku diambil oleh seorang pengrajin. Saat itulah aku harus menjalani penderitaan demi penderitaan yang begitu pedih. Pengrajin itu sungguh kejam. Ia meletakkan aku di atas cetakan semen, sehingga aku tidak dapat melarikan diri. Aku tidak berdaya untuk bergerak. Tidak lama kemudian, pengrajin itu mengmbil pisau pemotong dari baja dan mulai membelah badanku menjadi dua. Ia sungguh tega memperlakukanku dengan begitu kejam .Rasa sakit yang kuterima sungguh tak tertahankan. Aku berteriak kesakitan dan berteriak minta tolong, namun ia tak menghiraukan kesakitanku. Malah ia terus memotong dan membelah tubuhku menjadi dua.
Kadang-kadang, jika tubuhku sangat keras sehingga pisau pemotong biasa tidak mampu membelah dua diriku, maka ia akan mengambil pisau bor bahkan laser untuk membelahnya. Kalian bisa bayangkan ketakutan yang aku alami saat itu. Aku terus memohon pada pengrajin itu untuk melepaskanku, aku terus memohon ampun, sungguh sayang, permohonanku tidak dihiraukannya. Malah semakin bersemangat untuk memotong diriku. Aku hanya bisa pasrah dan menangis melihat diriku terbelah dua. Sungguh penderitaan yang tidak sanggup aku tahan.  Aku terus berteriak dan bertanya mengapa hidup ini sungguh tak adil dan mengapa aku harus menjalani siksaan yang sangat menyakitkan, sedangkan batu-batu lain hidup tenang-tenang saja tanpa harus disiksa seperti ini.
Penyiksaan terhadap diriku masih belum usai. Setelah tubuhku terbelah dua, pengrajin akan memotong dan membuang bagian tubuhku yang tidak berguna untuk membentuk diriku sesuai keinginannya. Ia mengambil batu intan yang lain untuk menyayat bagian tubuhku untuk dibuang. Aku sungguh tak kuat untuk menahan rasa sakit ini dan terus berharap supaya kesulitan ini akan segera berakhir. Sayatan dmi sayatan membuat diriku meringis kesakitan. Seberapa besar sakitnya diriku, pengrajin itu tetap tak peduli. Ia terus menyayat, mengikis, dan membuang bagian tubuhku sedikit demi sedikit. Aku terus berteriak "Aduh" sekuat-kuatnya. Rasa sakitku sedikit berkurang setelah pengrajin itu puas dengan bentuk tubuhku yang baru.
Tapi, pengrajin itu belum puas. Ia muai membawaku ke tempat lain. Aku mulai merasakan ketakutan yang mendalam. Aku takut jika harus menjalani penyiksaan lagi. Aku sungguh tak mau lagi diperlakukan sangat kejam dan tanpa ampun. Kemudian, aku dibawa mendekat ke sebuah mesin gerinda yang rodanya dibalut serbuk intan yag sangat keras. Aku tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Tiba-tiba roda gerinda berputar dengan kecepatan tinggi. Kemudian, pengrajin itu menangkap diriku dan mendekatkannya ke roda berputar tersebut. Aku terus berteriak "Jangan, aku mohon hentikan." Tapi percuma, ia tidak mau mendengarkan kepedihanku. Rasa sakit yang tak tertahankan terjadi ketika diriku bergesekan dengan roda gerinda tersebut. Tubuhku terkikis dengan mengerikan.
Aku terus meronta dan menangis sekuat-kuatnya, terus mengeluh akan nasib hidupku yang begitu malang dan menyedihkan. Aku marah dan benci pada diriku sendiri yang menjadi sebuah batu intan. Andaikan aku bukan intan, maka aku tidak akan seperti ini. Aku pasti akan hidup tenang seperti batu-batu biasa lainnya. Aku terus digesek dan dikikis, sehingga lengkap sudah penderitaanku yang tak kunjung usai. Kalian pasti bisa membayangkan sakitnya ketika kalian disiksa seperti ini. Aku merasa bahwa adalah batu paling malang dan paling sial di dunia ini. Roda gerinda mulai berhenti dan aku bisa sedikit lega dan beristirahat. Aku berpikir bahwa aku akan menjalani penyilsaan selanjutnya. Tapi untunglah, ternyata ini adalah yang terakhir.
Aku sungguh malu akan diriku yang sekarang. Aku tidak dapat membayangkan bentuk diriku yang telah dipotong, dibelah, disayat, digesek dan dikikis. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana orang lain melihatku. Mereka pasti akan menertawakan dan mengejekku. Aku sekarang sudah cacat seumur hidup dan tidak sempurna lagi, aku jadi rendah diri dan pemalu.
Kemudian, aku dibawa ke sebuah toko perhiasan dan aku diletakkan di tempat pajangan. Aku yakin aku diletakkan di sana supaya orang-orang bisa menertawakan kejelekanku. Aku yakin aku hanya akan dijadikan barang tertawaan. Aku sedih karena harus menanggung malu setelah menjalani siksaan panjang.
Tiba-tiba, seorang wanita cantik menuju ke arahku dan memandang diriku. Aku sungguh malu dan berusaha menghindar. Sebentar lagi aku pasti ditertawakan dan dihina. Tapi, ada sesuatu yang aneh. Wanita itu sama sekali tidak tertawa. Ia bahkan kagum seakan-akan sedang melihat sesuatu yang indah. Aku jadi heran bercampur bingung. Begitu juga dengan wanita-wanita lainnya yang memandangku. Mereka tidak tertawa sedikitpun. Mereka terus mengatakan bahwa aku sungguh indah dan cantik. Karena penasaran, aku memandang diriku di depan cermin.
Aku sungguh terbelalak dan kaget bukan main ketika melihat diriku sendiri. Aku sekarang sungguh indah dan berkilau. Keindahanku sungguh tak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Aku hampir tidak percaya dengan penglihatanku ini. Aku mengira ini hanya mimpi, tapi ini kenyataan. Aku dulunya hanya sebongkah batu biasa ternyata telah berubah menjadi berlian yang berkilau terang dan indah. Tanpa sadar aku menitikkan air mata dan sadar bahwa penyiksaan yang diberikan padaku tidak lain adalah agar aku bisa menjadi seperti sekarang ini. Semua penderitaan dan kesakitanku yang pernah kualami menjadi sirna ketika melihat diriku yang indah memancarkan sinar berkilauan yang membuat setiap orang terpesona.
Sekarang, aku sungguh percaya diri dan menyayangi diriku sendiri. Aku menjadi incaran dan idola wanita. Mereka sekarang tergila-gila padaku. Yang membuatku lebih bahagia adalah nilai diriku yang dapat mencapai miliaran rupiah. Aku sungguh bangga akan diriku sendiri. Aku terus tersenyum ketika melihat diriku di depan cermin. Inilah diriku yang sebenarnya. Aku sadar bahwa aku ditakdirkan menjadi berlian yang berharga, bukan menjadi sebongkah batu intan biasa. Sekarang bagaimana dengan kalian?
Itulah sepenggal kisah tentang batu intan yang harus menjalani berbagai proses dan kemudian berubah total menjadi berlian yang sungguh mengagumkan. Begitu juga dengan kita, Kita sekarang mungkin merasa bahwa kita bukan siapa-siapa. Kita mungkin menganggap bahwa kita seperti batu intan biasa yang tidak ada apa-apanya. Tapi, ingat, kita juga bisa menjadi seperti berlian yang sangat berharga dan bernilai. Kita juga bisa berubah dari seorang yang biasa-biasa menjadi seorang yang sangat luar biasa dalam hidup kita. Kita hanya perlu dipoles, sehingga akan mampu menjadi berlian.
Tunggu saja tulisan selanjutnya tentang bagaimana memoles diri kita menjadi sekilau dan seindah berlian yang dikagumi banyak orang. See you !!

Senin, 19 Mei 2014

Ayah

Sabtu, 17 Mei 2014

Pagi ini tiba-tiba ayah menelpon, ada apa gerangan? Apakah ada sesuatu terjadi di rumah?, cepat-cepat akau menjawab telponnya, rupanya Ayah mengabariku kalau hari ini ayah ke Banda Aceh. Kalian pernah merasakan bagaimana rasanya dihubungi oleh Ayah? Pasti bahagiakan? Senang rasanya, hati ini berbunga-bunga, layak seorang wanita menunggu sang kekasih datang padanya.
Ayah sangat perhatian padaku, apalagi dengan kondisi aku sekarang kuliah di lain tempat yang jauh dari rumah. Aku harus ngekost karena jaraknya yang jauh dengan puluhan kilometer. Di puluhan kilometer jarakku dengan rumah, aku berpikir mengenai alasan Ayah mengapa sedemikian perhatiannya denganku saat aku jauh. Akhirnya, kuputuskan satu alasan, kuanalogikan pada satu hal yakni kupu-kupu. Analogi itu merujuk padaku.
Jika selama ini induk kupu-kupu selalu menjaga anak-anaknya dari telur, ulat, kepompong hingga kupu-kupu, lalu ketika anaknya besar dan menjadi kupu-kupu dewasa yang cantik, anaknya meninggalkannya. Kau pernah tahu bagaimana rasanya kehilangan terlebih lagi kehilangan sesuatu atau seseorang yang kau sayangi? Ya, begitulah perasaan seorang Ayah. Ia rapuh sebenarnya, meski tampak kuat. Ia tak ingin kehilangan seorang yang amat disayangi, dijaganya dari kecil, namun ketika dewasa meninggalkannya. Gadis kecilnya kini telah menjelma menjadi kupu-kupu dewasa nan cantik, lalu terbang tinggi dan jauh.
Masih berpikir tentang Ayah, aku mendapatkan satu kesimpulan lain tentangnya. Tentang mengapa dirinya selalu tampak galak dan jahat di depan anak-anaknya. Satu hal yang kudapatkan bahwa ayah sebenarnya tak ingin anaknya cedera. Tak ingin anaknya lemah, hingga tak sanggup membuat anaknya kembali bangkit. Ia sengaja selalu tampak galak, jahat, tetapi tegas, karena ia sayang dan tak ingin anaknya cedera. Bukan jahat, kalian hanya salah mengira. Ayah yang sebenarnya adalah ia yang selalu menjaga buah hatinya bahkan hingga sering melupakan kebutuhannya sendiri.
Jika kalian tak percaya dengan seberapa besar kasih sayang Ayah terhadap kalian, coba tengok album foto keluarga dan cari dimana Ayah kalian berada. Benar, beliau selalu ada di belakang kamera, memotret setiap detail tingkah kita dan anggota keluarga yang lain. Ayah, bahkan rela tak ikut berpose demi melihat senyum kita di depan kamera.
Dan, menghamburlah kalian pada pelukan Ayah, ucapkan rasa sayang kalian sebelum segalanya terlambat. Ayah, tak akan kekal selamanya. Namun, cintanya sepanjang zaman. Love u daddy.

Selasa, 13 Mei 2014

Mengapa Orang Yahudi Cerdas?

Oke jumpa lagi dengan saya. Minggu lalu saya absen di kelas matakuliah Curriculum and Material Development. Di kelas CMD ini kami belajar dan berdiskusi tentang kondisi dunia Pendidikan, baik pendidikan di dalam negeri dan di luar negeri, kami juga berdiskusi tentang kasus-kasus yang terjadi di Indonesia sekarang ini, seperti kasus JIS, Emon dan sebagainya. Jadi, minggu kemarin ada tugas dari dosen kami Mr. Muhammad Iqbal M.Ed (untuk sementara beliau yang mengajar mata kuliah tersebut), tugasnya adalah Kenapa Orang Yahudi Pintar?

Yahudi sebuah kelompok minoritas di dunia. Jika kita berbicara tentang Yahudi tentu yang terlintas adalah tentang suatu ras atau agama. Ya, Yahudi merupakan ras tertua. Di kitab-kitab suci banyak yang menceritakan tentang bangsa Yahudi. Namun yang akan saya kupas di sini adalah bukan sejarah asal-usul Yahudi, tetapi tentang Kenapa Orang Yahudi Pintar?
Dalam Al-quran Allah sudah menjelaskan tentang orang Yahudi (Bani Israil), yaitu terdapat dalam Surah Al-Baqarah Ayat 47 :
"Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan ingatlah pula bahwasanya Allah telah melebihkan kamu atas segala umat. (QS 2: 47).
Ayat di atas dan beberapa ayat Alquran lainnya seperti Albaqarah ayat 122 diturunkan kepada orang-orang Yahudi yang hidup di zaman Nabi saw.Ayat-ayat tersebut untuk mengingatkan mereka, betapa Allah SWT telah banyak memberikan nikmat kepada para nenek moyang mereka, antara lain dengan memiliki kecerdasan yang tinggi, dan banyaknya Nabi-nabi yang berasal dari kalangan mereka. Akan tetapi mereka berubah menjadi suku bangsa yang sombong, takabur, mempermainkan ayat-ayat Allah dan ajaran agama, bahkan tidak segan-segan mereka membunuh para Nabi mereka sendiri dan membunuh para dai yang selalu menyeru kepada kebaikan.
Oke Guys, sekarang saya akan menjelaskan tentang mengapa mereka rata-rata pintar?
Rupanya mereka menjalankan tradisi Islam yang sudah di tinggalkan.

Saat masa kehamilan Ibu Yahudi
Begitu wanita Israel yang mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung anak, maka langsung sang ibu tersebut sering bernyanyi dan bermain piano dan juga membeli buku matematika.
Bermain piano dan bernyanyi bertujuan untuk mempengaruhi suasana hati bawaan si bayi tersebut ketika lahir. Dengan bernyanyi dan bermain piano, maka sang ibu akan merasakan ketenangan. Diharapkan sang bayi akan memiliki karakter bawaan yang tenang dan berfikir matang ketika menghadapi masalah hidup nantinya.
Sedangkan mengerjakan soal matematika bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan otak bayi yang ada dalam kandungannya. Agar anak mereka terlahir dengan otak jenius. Dan para ibu Yahudi yang tengah mengandung, terus menerus mengerjakan soal matematika yang ada sampai tiba saat melahirkan. Kadang mereka mengerjakan bersama suaminya dan bertanya kepada saudara-saudaranya bila ada soal yang terasa sulit. Artinya, mereka tidak melatih kecerdasan otak anak mereka dari kecil, dari balita, dari umur 3 bulan, tapi dari sejak di dalam kandungan !

Cara makan orang Yahudi
Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Siang hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala (sekali lagi, tanpa kepala!) bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Sama seperti kebiasaan orang Jepang yang jenius juga dalam kerajinan memakan daging ikan.
Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. Menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan. Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Prinsip : kalau sudah makan ikan, tidak boleh ada daging yang dimakan bersamaan, ternyata sama dengan prinsip makannya Rasullullah S.A.W.
Mereka juga akan makan buah-buahan dulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah-buahan dulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Ternyata makan buah dulu baru nasi, akan menyebabkan buah busuk. Karena proses pencernaan makanan di dalam perut kita itu memakan waktu yang lama. Sehingga akan membuat buah mengalami antrian yang panjang sampai akhirnya dia keburu busuk duluan.
Pernah membiarkan apel yang sudah terkelupas kan ? lama-lama akan kuning dan bisa membusuk kan ? itu hanya didiamkan dan terkena udara loh, bagaimana kalau dicampur olahan makanan di dalam perut kita ? Sudah pasti busuk duluan sebelum dapat diproses. Jadi istilah “makan buah setelah makan nasi” sebagai pencuci mulut itu SALAH. Makan buah sebelum makan nasilah yang benar, bukan setelah makan nasi. (Percuma)

Masa Kanak-kanak Orang Yahudi
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi, olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka.
Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara. Kalau anak-anak yang jago dalam hal olahraga, biasanya mereka mempunyai kemampuan mengambil keputusan yang cepat, karena otak mereka terlatih bergerak cepat, terlepas dari bagus atau tidaknya prestasi mereka disekolah.

Merokok adalah haram bagi Yahudi
Bila Anda diundang makan di rumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka. Menurut ilmuwan Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan dari saintis gen dan DNA Israel.

Yahudi merupakan komunitas yang kuat dan saling mendukung
Karena perbedaan pemikiran, situasi tidak pernah terlalu menguntungkan untuk kelompok kecil orang. Orang-orang Yahudi selalu membuktikan diri sebagai komunitas yang mendukung untuk setiap anggotanya.

Jiwa wirausaha orang yahudi tinggi
Karena perbedaan mereka dengan masyarakat lain, orang Yahudi selalu lebih suka bersandar kepada pekerjaan di mana mereka adalah bos mereka sendiri, bukan menghasilkan uang untuk orang lain. Orang Yahudi memiliki tradisi kuat kewirausahaan bisnis. Mereka mempelajari lebih banyak dan memiliki persepsi cepat, tahu bagaimana menangkap peluang dan memiliki kemampuan jaringan. Lingkungan yang kompetitif memberikan Yahudi keuntungan dalam semua yang mereka lakukan!
Organisasi komunal Yahudi dianggap sebagai panutan bagi semua kelompok etnis lain. Ini membantu orang-orang Yahudi di mana-mana dan terutama di Amerika Serikat, yang selalu lebih terbuka dari negara lain dan memberikan kesempatan yang sama, sementara di sisi lain mendukung-bukan individu. Orang-orang Yahudi, yang sebenarnya tidak ingin bergaul dengan orang luar, siap untuk bekerja untuk kesejahteraan rakyat mereka sendiri. Ribuan organisasi, termasuk rumah sakit dan universitas, menerima miliaran dollar sumbangan dari orang Yahudi Kaya dari AS.
Begitulah kira-kira mengapa bangsa Yahudi pintar.

Jumat, 09 Mei 2014

Mendidik Bukan Hanya Mengajar

Aku sekarang berada di lapangan sekolah SMAN 2 bla bla bla. Yap, sekolah aku dulu, dimana masa SMA, aku habiskan di sekolah ini, kira-kira 3 tahun yang silam. Aku mau mendeskripsikan dulu tata letak lapangan yang aku maksud ini sebelum aku menulis lebih panjang lagi, lapangan itu tidak begitu luas dan tidak juga sempit, di bagian timur dan utara terdapat kantor, kantin dan kelas-kelas yang kami gunakan untuk belajar (bukan untuk bermain, hehehe), tapi sekarang kelas-kelas itu bukan hanya digunakan untuk belajar, tetapi juga dijadikan gudang pacaran, mereka tidak bisa mengartikan lagi makna sekolah, mereka sudah lupa pada definisi sekolah yang kami artikan, mungkin bahkan mereka tak mengerti lagi kata sekolah yang kami agung-agungkan dulu. Balik lagi ke tata letaknya, di bagian selatan terdapat perpustakaan, aku sering menghabiskan jam kosong dan jam istirahat di  tempat itu, tetapi sebagian temanku bilang tempat itu adalah tempat yang tidak menyenangkan bagi mereka, tempat yang paling seram, mungkin mereka takut berhadapan dengan buku-buku yang tebal inchinya, mereka sering menghabis jam istirahat di kantin. Di depan perpustakaan, kira-kira lima meter jauhnya, di situ terdapat pohon kuda-kuda, pohon itu masih terlintas di ingatanku, banyak kenangan yang terukir di situ, masih kokohkah ia, masih sesejuk dulukah, tak bisa di nalar lagi. Jadi, lapangan kami terletak pas di tengah area sekolah, bagian baratnya terdapat lapangan volly. Di lapangan ini terselip kisah silam yang seharusnya tidak usah diungkit lagi, tapi rasanya sesak dada ini kalau tidak saya curahkan. Mudah-mudahan kisah ini menjadi suatu pelajaran bagi pendidik di seluruh Nusantara.

Aku bukanlah siswi yang bandel, cerewet atau semacamnya lah. Aku siswi yang penurut. Tapi walaupun siswi yang patuh, aku tidak lepas juga dari genggaman hukuman, yang sebenarnya bukan kesalahanku. Aku pernah dijemur di lapangan bersama kawan-kawan ku. Sebenarnya itu bukan suatu keinginan ku untuk bermanja ria di bawah terik matahari, itu hal yang sangat aku benci, tapi aku tidak bisa berkata apa-apa, para guru sudah memutuskan seperti itu.

Kalian pasti bertanya, kenapa aku di jemur di lapangan ini, kok bisa ya, padahal aku kan bukan ikan asin, bukan juga baju yang baru siap di cuci? Kami dijemur karena absensi kelas kami ditemukan di toilet, sungguh tragis memang, bisa dikatakan itu suatu penghinaan atau pelecehan terhadap sekolah. Absensi ditemukan tentunya dalam keadaan basah, nama-nama kami tidak bisa dibaca lagi, bahkan kalau dilihat dengan kaca pembesar, semua sudah di makan air. 


Yang menjadi permasalahannya adalah, tidak ada seorang pun di antara kami yang mau mengakui siapa yang telah berbuat hal keji itu. Susah memang untuk mengetahui siapa pelakunya, tapi tidak semuanya harus dihukum kan? Bahkan ketika kami dijemur tidak satu orang pun yang mau mengakuinya juga. Aku merasa tidak adil atas keputusan para guru, aku ingin protes, tapi tidak berani. Aku terpaksa menerima hukuman tersebut walaupun seluruh tubuhku sudah kepanasan dan keringat-keringat sudah mulai membasahi tubuhku. Hukuman tetap berjalan, tapi hasilnya tetap nihil, tidak ada yang mau mengaku.

Begitulah guys, ngga ADA yang mau mengaku, kenapa? Karena keputusan yang di ambil para guru bukan suatu kebijakan yang bijaksana. Coba dipikirkan, mereka menghukum semua murid yang kesalahannya bukan kesalahan bersama, tapi kesalahan satu orang. Sebenarnya ada kebijakan-kebijakan lain yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. Misalnya seperti memanggil satu per satu siswa ke ruang BP, disana beliau bisa menanyakan  pertanyaan demi pertanyaan kepada setiap siswa. Aku rasa berbicara empat mata dari hati ke hati, membuat (si pelaku)t hatinya luluh, anak sekarang bukan seperti anak zaman dulu, sekali di gertak akan ketakutan. Anak sekarang harus kita bicara lembut tapi tegas. Terkadang kita untuk mengetahui sisi mereka kita harus masuk ke dunia mereka. Memang sulit untuk menjadi seorang guru, karena guru adalah orang tua kedua setelah Ayah dan Ibunya.

Tugas guru adalah mendidik, tetapi mendidik bukan hanya mengajar. Mendidik tidak semudah menanam bibit di tanah, gali lobang, masukin benihnya lalu tunggu sampai seminggu sudah tumbuh sesuai kehendak kita. Tapi sebenarnya bagaimana cara kita merawat tanaman itu tumbuh dengan subur dan akan menghasilkan buah yang bagus. Mendidik anak bukanlah persoalan yangg gampang, sering kita maunya begini malah anak maunya begitu. Repot, kan ? Dalam ilmu mendidik anak, mengarahkan anak dengan tangan besi sudah bukan masanya lagi. Satu hal yg sangat penting dalam mendidik anak adalah pendekatan secara psikologis - kejiwaan. Ada anak yang sekali dua kali ngomong langsung menurut, tapi tidak sedikit anak yg memerlukan bimbingan yg terus menerus. Disinilah pendekatan secara psikologis itu penting.

Mendidik juga bagaimana caranya kita membimbing siswa atau anak ke arah yang lebih benar. Mendidik tidak dengan kekerasan tetapi dengan ketegasan.

"Guru bukanlah sosok yang ditakuti, tetapi sosok yang disegani"

Keep Fighting Teachers !!!