Bu, bagaimana bila sampai saat ini aku masih belajar mencintaimu? Mengumbar tanya dan ucap perihal cinta adalah tabu bagiku, aku kaku. Menghambur peluk dan kecup adalah malu bagiku, aku ragu. Karenanya, setiap hari adalah pembelajaran-pembelajaran yang terus berulang bagiku : aku belajar mencintaimu.
Ibu, bagaimana bila sampai saat ini aku masih belajar memahamimu? Mengerti setiap jengkal pemikiranmu tak pernah mudah bagiku. Kita seolah seperti dua buah jalan yang rumit, yang entah mengapa tetap selalu bertemu pada satu penjuru. Aku dengan kelokan-kelokanku, menujumu. Ibu dengan tanjakan-tanjakanmu, menujuku. Karenanya, melunturkan ego adalah pembelajaran yang belum pernah selesai bagiku : aku belajar memahamimu.
Ibu, bagaimana bila sampai saat ini aku masih belajar menghormatimu? Mendahulukan segala kepentinganmu terkadang kulakukan dalam ragu. Pesan Rasulullah adalah bahwa kita harus mendahulukan Ibu tiga kali lebih banyak daripada Ayah. Tapi, aku merasa bersalah, karena aku pernah melakukan yang sebaliknya. Karenanya, mendahulukanmu adalah langkah-langkah kecil pada jalanan panjang yang harus aku lalui. Bagaimanapun, aku belajar : aku belajar menghormatimu.
Ibu, bagaimana bila sampai saat ini aku masih belajar mengidealkanmu? Meyakinkan diriku sendiri bahwa kita adalah lingkaran padat yang saling mengisi satu sama lain adalah lelah yang sekuat hati harus aku kendalikan. Karenanya, mengidealkanmu yang selalu membanggakan aku adalah tanjakan gunung tinggi yang harus aku taklukan, aku belajar mendaki menuju puncak : aku belajar mengidealkanmu.
Mencintaimu, aku belajar. Memahamimu, aku belajar. Menghormatimu, aku belajar. Mengidealkanmu, aku belajar. Menghormatimu, aku belajar. Mengidealkanmu, aku belajar. Berjalan ke syurga bersamamu, mari kita belajar. Menangkan!
Tidak ada sutera yang begitu lembut seperti belaian seorang ibu. Tidak ada tempat yang paling nyaman selain pangkuan seorang ibu. Tak ada bunga yang lebih cantik selain senyummu. Tak ada jalan yang begitu berbunga-bunga seperti yang dicetak dengan langkah kakimu. Kau adalah alasan kenapa aku ada. Keajaiban dalam hidup, adalah terlahir dari rahimmu. Seorang wanita yang telah memberiku cinta dan pengorbanan.