Menitipkan mimpi pada bayang semu
Hingga kenyataan menamparkanku
Dalam kecepatan waktu yang sama sekali tidak pernah ku bayangkan
Aku pernah terjebak dalam angan
Menggantungkan harap pada ia yang
tak sepantasnya dimiliki
Atau memang pantas untuk ditinggalkan
Lalu ketika aku dikejutkan oleh kesadaran
Terdiam dalam balutan linangan air mata
Menangis karena ditinggalkan
Terluka karena tak lagi memiliki
Aku menemukan jawaban
Akan kepantasan yang sempat dipertanyakan
Ternyata ia memang pantas ditinggalkan
