Jumat, 09 November 2012

Kelana Sang Merpati


Apa yang bisa dilakukan
ketika bayang itu selalu muncul
dalam tiap pijakan langkah

Apa yang bisa dilakukan
ketika rasa rindu mencabik hati
dan mengiris sebagian raga


Sungguh!
semua seperti
himpitan jeruji kosong
sesak nan perih

Ketika dua merpati hinggap
terukir dalam tanjakan pematang
sebuah kisah, di mana
cinta tumbuh dalam dua samudra perbedaan

Terbanglah sang burung satu
mengepak sayap ke atas
mencari mangsa
menebah angkasa Tuhan

Terbanglah sang burung dua
meniti langkah, merayap
dalam kepakan ekor,
di bawah lautan satu, janji Tuhan

Penantian...
hanya menjadi saksi semu!

Bait-Bait Puisi Buat Mama

Ibu....
Ini aku anakmu
perempuan yang dulu membebanimu selama sembilan bulan
merampas lelapmu pada malammalam
ketika aku masih menjadi gumpalan daging bernyawa di rahimmu,
pun saat aku pertama kali menghirup nafas di bentang fana ini
setelah kau bertarung antara hidup  mati
Aku hanya mampu memberimu gelisah dan cemas
tapi letihmu tak pernah kudengar sebagai nyanyian keluh

Ibu...
ini aku anakmu
yang bangga menjadi dewasa dalam asuhanmu
sebelum kau lepas aku ke tanah rantau dan kini tengah merindukanmu

Aku ingin pulang
menghitung jumlah kerutan di wajahmu seperti kemarin
telahkah bertambah?
satu garis membuatku mengenang setiap detik dan menit yang kau lalui
untuk aku anakmu
Satu garis membuatku takut menyianyiakan waktu atas baktiku

Esok, lusa, atau nanti
Tuhan pasti akan mengambil salah satu dari kita
aku takut,,,teramat takut jika waktu itu tiba
setetes air susumu belum sempat ku balas
Aku takut teramat sangat takut jika hari itu datang
aku belum sempat mewujudkan mimpimu melihatku memakai toga

Tuhan,,jagalah ibuku
dan terimalah tulus rinduku sebagai jaminan atas doaku...

Kamis, 18 Oktober 2012

Salahkah aku


Jangan pernah diam jika ku salah....
tunjukkan pada dunia jika kau masih menyayangiku....
ku disini mulai gelisah dengan hatimu..
salahkah ku dalam penantian yang tak diharapkan...
maafkanku jika membuatmu terluka....
berilah senyuman manismu pada dunia...
tapi jika kau tak menginginkan maafmu untukku...
anggap ku hanya sampah di matamu...
ku tak pernah menuntut dengan apa yang kau lakukan....
ku hanya diam karena ku takut kehilanganmu...
biarlah kau bebas dengan apa yang kau punya...
karena ku tau kau akan setia menantiku....

salahkahku saat bintang mulai redup ku mengkhawatirkanmu....
kubiarkan ku menjadi penganggu saat kau bahagia dengan mereka....
tapi kini mungkin ku hanya menjadi beban hidupmu....
ku ikhlas dengan semua mimpimu...
kejarlah apa yang kau mau....
jika ku bukan yang kau inginkan...
tersenyumlah bersama bintang disurga....
kau yang tau apa yang kau mau...
dari setip kisah lembaran hatimu....
terima kasih untuk semua yang kau beri untukku....
kau yang telah merubah hidupku...
dari keterpurukan cinta lalu....

Rabu, 17 Oktober 2012

Begitu indah saaT Kita Mencitai,,
Dan begitu pahit saat kita kehilangan..
Kucoba untuk melupakan kenangan cinta itu..
Hari demi hari dan tak terasa waktu berlalu..
Aku dapat melupakan dan menghilangkan bayangan dirinya..
Namun yang tak dapat kulupakan,,
Hanya penyesalan didalam hidupku..
Karena aku telah mengacuhkan cintanya pada didiku..
Semua terasa saat dia tak ada lagi disampingku..
Sungguh aku tak mau penyesalan itu datang lagi..
Saat aku telah menemukan cinta yang baru . .

Aku ingin bebas

biarlah aku yang memilih jalan hidupku sendiri biar aku yang tentuka arah langkahku biar aku kejar apa yang seharusnya aku dapatkan biar aku raih semua yang aku inginkan tak usah ada yang mengatur kemana aku harus melangkah tak perlu ada yang menentukan kemana aku pergi biar saja aku hidup dengan caraku sendiri biar saja aku jalani hidupku seiring berjalannya waktu aku hanya ingin bebas seperti burung terbang meski aku bisa saja terjatuh dari tingginya anganku dan terhempas dari terjalnya cita-citaku tapi biarlah aku bebas, lepas, dan terbang setinggi anganku jangan buat aku seperti burung dalam sangkar yang tak tau apa yang harus aku lakukan dan kemana aku pergi meski tersedia tempat yang bagus dengan makanan yang lezat tapi aku terpenjara sunyi dan terbelenggu sepi aku tak bisa melakukan apa yang harus aku lakukan aku tak bisa melangkah kemana seharusnya aku pergi sekali lagi aku hanya ingin bebas tentukan arahku dan ku kejar cita-citaku seperti asa di angan ku tak peduli orang berfikir dan berkata apa tak peduli fesimisme orang dengan apa yang aku lakukan selama aku bisa mengexpresikan hidupku aku kan terus menjalani hidup dengan caraku

Minggu, 14 Oktober 2012

Mencekam

Aku terbangun
Sebab kau tiba-tiba lari menjauh
Menguburkan segala cerita yang belum matang
Mengacaukan jalin peristiwa

Aku terbangun
Karena malam menghadirkan ceracau
Mimpi tak pasti
Tentang kisah-kisah muram

Membendung rindu
Percakapan-percakapan tak mewujud
Jumpa dihalau setiap ingin
Segeralah merapat
Mengucapkan kata-kata penuh tanya

Aku terbangun
Karena pagi mengundang tubuhmu
Dalam ingatan panjang tanpa nama

Hitam Putih

Legam... Mengapa engkau harus mengajak hitam Mengapa tak kau pilih warna lain Agar semua bisa sepaham dengan hitam Engkau juga Bersih... Mengapa engkau terus merangkul putih Mengapa juga kau tak memilih warna lain Agar semua juga bisa sepaham Bahwa engkau menyimpan kusam Lihat... Coba kau lihat si kambing hitam Bukankah dia putih Atau si awan hitam Bukankah sesungguhnya dia jernih Putih... Bukalah matamu Tunjukkan bukti sucimu...